Jumat, 27 Januari 2012

6 Asal Usul dari Tanda Baca

1. Tanda Tanya

Pada awalnya, dalam bahasa latin, untuk mengindikasikan pertanyaan, orang harus menuliskan kata "Questio" di akhir kalimat untuk menandakan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat tanya. Maka untuk menghemat tempat, kata tersebut akhirnya disingkat menjadi qo, yang kemudian dimampatkan lagi menjadi huruf q kecil di atas huruf o, yang akhirnya makin lama makin habis menjadi titik dan garis mirip cacing, persis seperti tanda tanya kita sekarang.

Rabu, 25 Januari 2012

Wajah Mio Injeksi yang Bakal Diluncurkan

Skutik ini rencananya dilepas ke pasar pada Maret mendatang.


Yamaha Mio Injeksi atau Mio J FI (Sandy Adam Mahaputra)

VIVAnews - Yamaha Motor Kencana Indonesia memamerkan skutik injeksi terbarunya, Yamaha Mio Injeksi atau Mio J FI, di show room dealer DDS Yamaha Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Skutik yang rencananya dilepas ke pasar pada Maret mendatang ini, memiliki desain yang tidak jauh berbeda dengan Mio injeksi versi Thailand.

Desain bodi depannya terlihat serupa dengan Mio Sporty. Lekukan di sekujur bodinya sengaja dibuat lebih melengkung dan eksotis. Kesan aerodinamis juga terlihat dengan sentuhan sudut yang dibuat lebih tajam. Mulai dari desain batok lampu depan, lampu sein, dan spakbor depan serta belakang.

Cewe Wajib Baca ini!



sukague.com
Tahukah kamu Pengorbanan Seorang Pria Yang Kadang Tidak anda Diketahui wanita

1. Seorang anak laki-laki, dengan uang jajan seadanya.. diberi orang tuanya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah..

kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya?

dia selalu menabung untukmu tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan-jalan di hari minggu nanti, mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan.

6 Cara Menambah Daya Ingat

Lupa dan ingat adalah dua hal yang paling sering dialami manusia sepanjang hidupnya. Dengan mengingat segala hal penting pastinya bisa membuat urusan kita lebih mudah, sebaliknya kalau sedikit-sedikit lupa dan lupa lagi, awas jadi orang yang cepat pikun.

Selasa, 24 Januari 2012

BUnker Jepang di Gunung Padang

Bunker Jepang saya temui di kaki bukit Gunung Padang, dalam perjalanan mendaki bukit untuk melihat Makam Siti Nurbaya. Untuk sampai ke lokasi, kami melintasi Jembatan Siti Nurbaya yang melintang di atas Batang Arau, belok ke kiri di ujung pertigaan, dan menyusur pinggiran Batang Arau mengarah ke Barat.
Tidak lama kemudian terdapat sebuah area terbuka dimana jalan yang kami lalui melingkari area itu dan mengarah kembali ke jalan semula. Kami berhenti di pinggir area terbuka yang dekat dengan perumahan penduduk. Tidak ada papan petunjuk di sana, dan seorang penduduk memberitahu kami untuk mengambil jalan ke kanan.
Bunker Jepang Gunung Padang

Makam Siti Nurbaya

Adalah rasa penasaran yang membuat saya terus mengayunkan langkah menapaki anak-anak tangga menuju puncak Gunung Padang agar bisa melihat Makam Siti Nurbaya. Nama Siti Nurbaya tentu sangat dikenal oleh mereka yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah dasar atau sekolah menengah di dalam negeri.
Semua tentu beranggapan bahwa novel karangan Marah Rusli yang berjudul “Siti Nurbaya, Kasih Tak Sampai” itu hanyalah imajinasi pengarangnya semata, meski terinspirasi oleh kejadian nyata sekali pun. Sehingga agak terkejut juga ketika mendengar kabar bahwa ada Makam Siti Nurbaya di atas Gunung Padang.
Makam Siti Nurbaya

Museum Adityawarman (Taman Melati)

Museum Adityawarman di Jl Diponegoro 10, Padang, adalah tempat terakhir yang saya kunjungi saat berada di kota itu beberapa bulan lalu, sebelum menuju bandara Minangkabau untuk kembali ke Jakarta. Namun sayang sekali saya tidak bisa masuk ke dalam, lantaran museum tutup. Hari itu memang hari Senin, hari dimana banyak museum ditutup untuk umum.
Kepalang tanggung karena sudah berada di area Museum Adityawarman, saya pun berjalan berkeliling di pelataran bangunan utama museum untuk melihat-lihat jika ada yang menarik di sana.
Museum Adityawarman

Pantai Carolina Padang

Pantai Carolina Padang berjarak 10 km dari Pantai Nirwana, ke arah Selatan, dengan menyusur Jalan Padang Muko-Muko, mengikuti kontur perbukitan dan kelokan tepian laut dari sebuah tanjung yang cukup besar. Diantara kedua pantai ini terdapat beberapa titik di atas ketinggian bukit, yang sangat baik untuk melihat panorama laut.
Setelah membayar karcis Rp.5.000 per orang, dan karcis kendaraan sejumlah yang sama, kami masuk ke daerah pantai berpasir yang cukup bersih, Pantai Carolina Padang. Kendaraan roda empat yang kami tumpangi bisa masuk sampai ke tepian pantai, mungkin karena saat itu bukan hari libur sehingga tidak banyak pengunjung yang datang..
Pantai Carolina Padang

Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan Siti Nurbaya di Kota Padang, Sumatera Barat, kami lihat ketika dalam perjalanan ke Kelenteng See Hin Kiong, melewati Jl. Kelenteng, dan ketika berkunjung ke toko Christine Hakim di Jl. Nipah yang menjual oleh-oleh khas Minangkabau. Jembatan Siti Nurbaya membentang sepanjang 60 m di atas Muara Batang Arau, menghubungkan daerah Kota Tua dengan wilayah di sekitar bukit Gunung Padang.
Jembatan ini dinamakan Jembatan Siti Nurbaya mungkin karena di seberang sungai ini, beberapa meter sebelum puncak Bukit Gunung Padang, terdapat sebuah ceruk yang dipercaya sebagai tempat disemayamkannya jasad Siti Nurbaya.
Adalah Marah Roesli, sastrawan kelahiran Padang 7 Agustus 1889, yang membuat semua orang yang pernah sekolah dasar mengenal nama wanita yang dipaksa kawin oleh orang tuanya itu, lewat karya monumentalnya berjudul Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) yang diterbitkan pertama kali pada 1922 oleh penerbit Balai Pustaka.
Jembatan Siti Nurbaya

Pantai Air Manis (Batu Malin Kundang)

Batu Malin Kundang berada di ujung sebelah kiri Pantai Air Manis, Padang, di tengah susunan onggokan batu yang bentuknya menyerupai kapal. Batu yang mirip sosok seorang pria dalam posisi bersujud ini ini menyegarkan ingatan saya akan Legenda Malin Kundang yang mengajarkan agar manusia jangan pernah mengabaikan dan mencampakkan ibu yang melahirkannya.
Sebuah legenda bisa lahir karena imajinasi pencerita sebuah komunitas, namun bisa juga lahir dari kisah nyata dengan merubah alur ceritanya agar lebih mudah dicerna dan diterima, terutama oleh anak-anak. Banyak legenda masih bisa bertahan dari generasi ke generasi karena pesan yang dikandungnya tetap dirasakan relevan.
Batu Malin Kundang Pantai Air Manis

Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock merupakan benteng peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang berdiri di atas Bukit Jirek di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, yang dibangun pada tahun 1825 oleh Kapten Bauer dan digunakan sebagai kubu pertahanan Belanda dalam menghadapi Perang Paderi yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol.

Semula Benteng Fort de Kock ini dinamai Sterrenschans, namun kemudian diubah menjadi Fort de Kock mengikuti nama Baron Hendrick Merkus de Kock, yang saat itu menjabat sebagai Komandan de Roepoen dan Wakil Gubernur Jenderal Pemerintah Hindia Belanda.

Jalan masuk ke Benteng Fort de Kock, yang juga merupakan nama lama Kota Bukittinggi, adalah melalui Jl. Yos Sudarso, dengan pintu masuk berada di GPS: -0.301370, 100.367880, dengan tempat parkir yang cukup luas di bawah naungan pepohonan yang rindang. Setelah membayar retribusi sebesar Rp 5.000 (hari libur Rp 8.000), kami pun masuk ke dalam area Benteng Fort de Kock yang cukup teduh ini.

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan

Taman Margasatwa dan Budaya KinantanTaman Margasatwa dan Budaya Kinantan merupakan sebuah area rekreasi keluarga dan wisata budaya di Kota Bukittinggi yang kami kunjungi dengan berjalan kaki menyeberangi Jembatan Limpapeh, sesaat setelah selesai melihat Benteng Fort de Kock. Memasuki area Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, akan segera terlihat sebuah kandang Gajah, serta Rumah Adat Baanjuang yang digunakan sebagai museum.


Sayang sekali mungkin karena hari sudah terlalu sore, maka Rumah Adat Baanjuang itu pintunya telah tertutup rapat ketika kami tiba di sana, sehingga hanya bisa memotret bagian luar bangunannya saja.

Taman Panorama Bukittinggi

Taman Panorama dan Lobang Jepang 
Taman Panorama dan Lobang Jepang berada di Jl. Panorama Bukittinggi, Sumatera Barat, hanya beberapa meter dari Pical Sikai, tempat kami sebelumnya berkunjung untuk sarapan pagi. Ada seorang pemandu wisata yang menemani kami berkeliling di Taman Panorama ini untuk melihat panorama Ngarai Sianok, yang ditulis di artikel terpisah, dan lalu turun ke Lobang Jepang.

Olly, Alat Pengirim Aroma Lewat Internet

Di masa mendatang, teknologi akan memungkinkan kerinduan terhadap aroma orang tercinta atau bebauan tertentu bisa tertunaikan.

Kemungkinan itu tak terbantahkan sebab baru-baru ini ada perusahaan penyedia perangkat keras yang berhasil menciptakan alat baru pengirim bau. Mint Foundry, nama perusahaan itu, merakit sebuah robot yang mampu mentransfer bau bernama Olly. Ia baru bisa bekerja jika sudah dihubungkan ke Internet.

Suatu saat nanti, jika sang kekasih menyinggung nama Anda melalui Twitter, secara ajaib Anda akan mampu mengendus aroma parfum sang kekasih. Jika seseorang menandai Anda di sebuah foto atau video pada laman Facebook, aroma ikan bakar atau kopi di gambar akan muncul.

Keindahan Panorama Danau Toba

Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Salah satu keunikannya karena di tengah- danau terdapat sebuah pulau, dinamakan Samosir. Tak mengherankan bila Danau Toba menjadi destinasi wisata unggulan 2012 oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
 
Indonesia mempunyai banyak tempat wisata yang unik, salah satunya Danau Toba, Sumatra Utara. Danau Toba diperkirakan terbentuk sekira 73.000-75.000 tahun lalu akibat letusan gunung berapi. Dari letusan ini terbentuklah sebuah kaldera yang kemudian terisi air dan kini menjadi Danau Toba. Sementara, Pulau Samosir terbentuk akibat tekanan magma yang belum keluar.
 
Selain penjelasan secara ilmiah, terbentuknya Danau Toba juga diliputi cerita legenda. Dahulu, ada seorang pria yang memancing ikan di sungai. Ia kemudian berhasil mendapatkan seekor ikan mas, yang ajaibnya dapat berbicara dan memohon kepada pemuda tersebut untuk tidak memakannya.

Mengintip Proses Pembuatan Animasi "Shaun The Sheep"

Ada yang hobi nonton fil lucu yang satu ini? termasuk saya & cin suka banget liat nih film yg tayang tiap sore di salah satu televisi swasta. let's check this out...

Ternyata "Shaun The Sheep" pertama kali muncul di televisi pada tahun 1995 dalam film A Close Shave dengan karakter Wallace dan Gromit anjing. Durasinya hanya empat menit tetapi membuat orang banyak menyukainya. Dan sejak itu, Shaun memiliki acara TV sendiri di BBC yg dibuat oleh studio produksi Aardman.

Berikut beberapa hal menarik dari proses pembuatan ‘Behind The Scene’ animasi Shaun The Sheep :

1. Pembuatan Storytime

Foto Dramatis Saat Seekor Kadal Menangkap Temannya yang Akan Jatuh


Adegan dimana karakter utama menggantung di tepi jurang sambil memegang erat temannya seperti ini dapat kita temukan di ribuan film. Namun yang membedakannya adalah adegan ini dilakukan oleh dua ekor kadal.

Seekor kadal dengan respons yang cepat, tertangkap kamera saat menangkap temannya jatuh.

Pasangan ini sementara berjemur diatas tanaman ketika salah satu dari mereka nyaris jatuh ke tanah. Dia pindah terlalu tiba-tiba dan mengguncang tanaman tempat mereka berada, menyebabkan kadal tersebut kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari tempatnya bertengger.
YANG MAU INSTAL ULANG LAPTOP/PC SILAHKAN LANGSUNG DATANG KE JALAN PARKIT IX No. 8 (Pondokan Putra Yoza) Air Tawar Barat-Padang ATAU Hubungi kami SIGIT - (085766143275) sugitorolis@gmail.com atau Budy - (085274242093) | THANKS BUAT VISITORS YANG TELAH MENGUNJUNGI BLOG YANG SEDERHANA INI, JANGAN BOSEN-BOSEN BERKUNJUNG YA... | BUAT BEBY-Q, MAKASIH ATAS SEMUANYA, YANG TELAH BUAT HARI-HARI KU BEGITU INDAH | © Copyrigt by Sigit, Jl. Parkit IX No.8 Air Tawar Barat-Padang