Selasa, 24 Januari 2012

Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan Siti Nurbaya di Kota Padang, Sumatera Barat, kami lihat ketika dalam perjalanan ke Kelenteng See Hin Kiong, melewati Jl. Kelenteng, dan ketika berkunjung ke toko Christine Hakim di Jl. Nipah yang menjual oleh-oleh khas Minangkabau. Jembatan Siti Nurbaya membentang sepanjang 60 m di atas Muara Batang Arau, menghubungkan daerah Kota Tua dengan wilayah di sekitar bukit Gunung Padang.
Jembatan ini dinamakan Jembatan Siti Nurbaya mungkin karena di seberang sungai ini, beberapa meter sebelum puncak Bukit Gunung Padang, terdapat sebuah ceruk yang dipercaya sebagai tempat disemayamkannya jasad Siti Nurbaya.
Adalah Marah Roesli, sastrawan kelahiran Padang 7 Agustus 1889, yang membuat semua orang yang pernah sekolah dasar mengenal nama wanita yang dipaksa kawin oleh orang tuanya itu, lewat karya monumentalnya berjudul Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) yang diterbitkan pertama kali pada 1922 oleh penerbit Balai Pustaka.
Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan Siti Nurbaya ini tampaknya merupakan salah satu tengara penting Kota Padang, yang jika belum berkunjung ke jembatan ini boleh dikatakan belum lengkap melihat Kota Padang.
Di bagian kiri dan kanan Jembatan Siti Nurbaya ini terdapat jalur pedestrian yang cukup lapang untuk berpapasan, yang dipisahkan dari jalur utama untuk kendaraan bermotor dengan deretan tiang-tiang lampu jalan yang tampaknya akan terlihat cantik ketika semua lampu menyala saat malam telah jatuh.
Jembatan Siti Nurbaya
Jembatan Siti Nurbaya dilihat dari depan Gedung BI, sebuah gedung bergaya kolonial yang terlihat masih cantik. Sebagian hijau perbukitan Gunung Padang tampak di latar belakang.
Jembatan Siti Nurbaya
Muara Batang Arau ini cukup lebar dan banyak perahu yang sandar dan melintas di sungai yang berhulu di Bukit Barisan ini. Pelabuhan di muara Batang Arau ini dikenal dengan nama Pelabuhan Muara, yang merupakan pintu gerbang angkutan laut antar pulau, terutama menuju dan dari Kepulauan Mentawai, Pulau Sikuai, Pulau Siberut, Pulau Pagang dan pulau lainnya.
Jembatan Siti Nurbaya
Perahu pesiar seperti ini juga mudah ditemui di sekitar Jembatan Siti Nurbaya. Pelabuhan Muara kabarnya memang hendak dikembangkan seperti kawasan Marina di Ancol, Jakarta.
Jembatan Siti Nurbaya
Sebuah yacht tengah bersandar di salah satu dermaga kecil di tepian Batang Arau. Dermaga untuk wisata bahari berjarak sekitar 750 m dari Jembatan Siti Nurbaya ke sebelah kanan, dengan menyusur Jalan Batang Arau.
Jembatan Siti Nurbaya
Di sore dan malam hari kabarnya ada penjual gorengan dan jagung bakar manis serta minuman hangat di sekitar Jembatan Siti Nurbaya ini, sehingga pengunjung bisa menikmati suasana matahari terbenam dengan lebih santai.

Jembatan Situ Nurbaya

Kawasan Kota Tua, di pertemuan
Jl. Nipah, Jl. Kelenteng dan Jl. Batang Arau
Kota Padang
GPS -0.9649059, 100.3587878a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan luangkan waktu anda untuk memberikan Sedikit Komentar Buat Kemajuan BLOG ini.. Setetes Komentar anda sangat berarti buat saya

YANG MAU INSTAL ULANG LAPTOP/PC SILAHKAN LANGSUNG DATANG KE JALAN PARKIT IX No. 8 (Pondokan Putra Yoza) Air Tawar Barat-Padang ATAU Hubungi kami SIGIT - (085766143275) sugitorolis@gmail.com atau Budy - (085274242093) | THANKS BUAT VISITORS YANG TELAH MENGUNJUNGI BLOG YANG SEDERHANA INI, JANGAN BOSEN-BOSEN BERKUNJUNG YA... | BUAT BEBY-Q, MAKASIH ATAS SEMUANYA, YANG TELAH BUAT HARI-HARI KU BEGITU INDAH | © Copyrigt by Sigit, Jl. Parkit IX No.8 Air Tawar Barat-Padang