Jembatan Siti Nurbaya di Kota Padang, Sumatera Barat, kami lihat ketika dalam perjalanan ke Kelenteng See Hin Kiong, melewati Jl. Kelenteng, dan ketika berkunjung ke toko Christine Hakim di Jl. Nipah yang menjual oleh-oleh khas Minangkabau. Jembatan
Siti Nurbaya membentang sepanjang 60 m di atas Muara Batang Arau,
menghubungkan daerah Kota Tua dengan wilayah di sekitar bukit Gunung
Padang.
Jembatan ini dinamakan Jembatan Siti Nurbaya mungkin karena di
seberang sungai ini, beberapa meter sebelum puncak Bukit Gunung Padang,
terdapat sebuah ceruk yang dipercaya sebagai tempat disemayamkannya
jasad Siti Nurbaya.
Adalah Marah Roesli, sastrawan kelahiran Padang 7 Agustus 1889, yang
membuat semua orang yang pernah sekolah dasar mengenal nama wanita yang
dipaksa kawin oleh orang tuanya itu, lewat karya monumentalnya berjudul
Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) yang diterbitkan pertama kali pada 1922
oleh penerbit Balai Pustaka.
Jembatan Siti Nurbaya ini tampaknya merupakan salah satu tengara penting Kota Padang, yang jika belum berkunjung ke jembatan ini boleh dikatakan belum lengkap melihat Kota Padang.
Di bagian kiri dan kanan Jembatan Siti Nurbaya ini terdapat jalur
pedestrian yang cukup lapang untuk berpapasan, yang dipisahkan dari
jalur utama untuk kendaraan bermotor dengan deretan tiang-tiang lampu
jalan yang tampaknya akan terlihat cantik ketika semua lampu menyala
saat malam telah jatuh.
Jembatan Siti Nurbaya dilihat dari depan Gedung BI, sebuah gedung bergaya kolonial yang terlihat masih cantik. Sebagian hijau perbukitan Gunung Padang tampak di latar belakang.
Muara Batang Arau ini cukup lebar dan banyak perahu yang sandar dan melintas di sungai yang berhulu di Bukit Barisan ini. Pelabuhan di muara Batang Arau ini dikenal dengan nama Pelabuhan Muara, yang merupakan pintu gerbang angkutan laut antar pulau, terutama menuju dan dari Kepulauan Mentawai, Pulau Sikuai, Pulau Siberut, Pulau Pagang dan pulau lainnya.
Perahu pesiar seperti ini juga mudah ditemui di sekitar Jembatan Siti Nurbaya. Pelabuhan Muara kabarnya memang hendak dikembangkan seperti kawasan Marina di Ancol, Jakarta.
Sebuah yacht tengah bersandar di salah satu dermaga kecil di tepian Batang Arau. Dermaga untuk wisata bahari berjarak sekitar 750 m dari Jembatan Siti Nurbaya ke sebelah kanan, dengan menyusur Jalan Batang Arau.
Di sore dan malam hari kabarnya ada penjual gorengan dan jagung bakar manis serta minuman hangat di sekitar Jembatan Siti Nurbaya ini, sehingga pengunjung bisa menikmati suasana matahari terbenam dengan lebih santai.
Jembatan Situ Nurbaya
Kawasan Kota Tua, di pertemuan
Jl. Nipah, Jl. Kelenteng dan Jl. Batang Arau
Kota Padang
Jl. Nipah, Jl. Kelenteng dan Jl. Batang Arau
Kota Padang
GPS -0.9649059, 100.3587878a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan luangkan waktu anda untuk memberikan Sedikit Komentar Buat Kemajuan BLOG ini.. Setetes Komentar anda sangat berarti buat saya